MAKASSAR – Beritakitanews.com
Di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Hasbullah Iskandar atau yang akrab disapa Bang Hary JJ memilih untuk tidak hanya memikirkan masa pensiun. Pria kelahiran Tanete, Kabupaten Barru, 7 Februari 1970 ini justru mulai membangun pondasi bisnis produktif yang diyakininya mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
Berdomisili di Perumahan Griya Atirah Permai Blok C Nomor 6, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Bang Hary JJ mengembangkan sejumlah usaha yang saling terintegrasi. Salah satunya adalah peternakan ayam broiler otomatis dengan kapasitas sekitar 40.000 ekor setiap siklus panen, yang berlangsung sekitar dua bulan sekali.
Namun, bagi Bang Hary JJ, membangun bisnis bukan hanya soal mengejar keuntungan. Ia memiliki visi yang lebih besar, yakni menciptakan lapangan usaha dan memberdayakan masyarakat melalui konsep bisnis berbasis komunitas.
Melalui Bakso Sajadah, ia memperkenalkan model usaha yang menghubungkan sektor hulu hingga hilir dalam satu ekosistem bisnis yang saling menguatkan.
Dalam konsep tersebut, para duda diberdayakan di sektor hulu dengan mempersiapkan kebutuhan bahan baku, seperti beternak ayam, beternak sapi, maupun bekerja di sektor industri yang mendukung rantai pasok produksi.
Sementara itu, para janda menjadi ujung tombak di sektor hilir sebagai tenaga pemasaran yang memasarkan produk Bakso Sajadah langsung kepada masyarakat.
Menurut Bang Hary JJ, ketika kedua komunitas ini bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi, maka akan tercipta peluang usaha yang produktif, berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi banyak keluarga.
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, seluruh anggota komunitas yang bergabung dalam usaha Bakso Sajadah diwajibkan menjadi anggota Koperasi Sajadah Merah Putih. Melalui koperasi inilah diharapkan tersedia dukungan permodalan bagi anggota, dengan rencana bantuan modal usaha sebesar Rp10 juta per orang sesuai mekanisme dan ketentuan koperasi yang berlaku.
Di era digital, sistem pemasaran juga menjadi perhatian utama. Penjualan produk Bakso Sajadah dirancang menggunakan aplikasi digital agar proses pemesanan menjadi lebih mudah, cepat, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Bang Hary JJ juga menargetkan pembentukan jaringan stokis di setiap kelurahan di Kota Makassar, dengan konsep satu stokis untuk satu kelurahan sehingga distribusi produk dapat berjalan lebih efektif dan dekat dengan konsumen.
Pada tahap awal, program ini menargetkan perekrutan sekitar 4.500 janda untuk bergabung sebagai mitra usaha sekaligus anggota Koperasi Sajadah Merah Putih.
Melalui konsep bisnis yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat, koperasi, teknologi digital, dan kemitraan usaha, Bang Hary JJ berharap Bakso Sajadah tidak hanya menjadi produk kuliner, tetapi juga menjadi gerakan ekonomi kerakyatan yang mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir.
Sumber : Bang Hari JJ
Penulis : Kanda Ali
Editor : Tim Redaksi














