GoresanMalut.com, Balapulang – Kabupaten Tegal Senin, 21 September 2026, Penggunaan material beton U-ditch dalam proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kumisik, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, menjadi sorotan Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (FMPP). Proyek yang bernilai lebih dari Rp64 miliar ini dilaksanakan di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Pemali-Juana dan Satuan Kerja SNVT Pelaksana.
Ketua FMPP, Irwan Jaelani, mempertanyakan kejelasan administrasi pengiriman material U-ditch yang telah terpasang di sepanjang jalur proyek. Hal ini bermula dari pengamatan di lapangan yang menemukan sejumlah U-ditch tidak memiliki cap, tanda identitas, maupun emboss yang menunjukkan nama atau identitas pabrikan.
“Pertanyaan kami sederhana, kalau U-ditch ini memang dikirim dari pabrik, kemana faktur pengirimannya?” tegas Irwan Jaelani pada Senin (21/9/2026).
Menurutnya, faktur atau dokumen pengiriman bukan sekadar persoalan administrasi. Dokumen tersebut penting untuk memastikan keterlacakan material yang digunakan dalam pekerjaan bernilai tersebut.
“Kalau memang material itu berasal dari pabrik tertentu, harus ada bukti administrasinya. Ada faktur pengiriman, jumlah material yang dikirim, spesifikasinya, dan dari mana material itu dikirim. Itu harus jelas,” ujarnya.
Irwan menegaskan ketiadaan identitas pada fisik U-ditch membuat dokumen pendukung menjadi semakin krusial untuk dibuka dan diperiksa.
“Kalau di materialnya tidak ada cap atau emboss pabrikan, maka dokumen pengiriman dan dokumen mutu menjadi penting untuk menjawab pertanyaan masyarakat. Jangan sampai asal-usul material hanya berdasarkan keterangan lisan,” katanya.
Ia juga menegaskan posisi FMPP tidak menuduh adanya pelanggaran, melainkan mendorong keterbukaan informasi.
“Kami tidak menuduh. Kami mempertanyakan dan meminta keterbukaan. Kalau memang semuanya sesuai kontrak, tinggal tunjukkan dokumennya. Dari situ masyarakat bisa melihat dan menilai,” jelas Irwan.
FMPP meminta dokumen terkait pengiriman, asal pabrik, spesifikasi teknis, serta dokumen pengujian mutu material dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik.
“Proyek ini nilainya besar dan menggunakan anggaran negara. Karena itu, material yang dipasang juga harus jelas asal-usulnya dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis,” pungkasnya.
Awak media akan menindaklanjuti dengan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek dan instansi terkait untuk memperoleh tanggapan berimbang.
( Reed: Lia puji Astuti kaperwil GoresanMalut Jawa Tengah)














